Cari Blog Q

Rabu, 31 Desember 2014

2015, SELAMAT DATANG!

Hiruk pikuk 2014 telah berlalu. Gunung Kelut muntah, kekeringan, kebakaran dan diakhir juga tanah longsor dan banjir di beberapa tempat. 

KehendakNya ini, sesungguhnya sebuah teguran lembut atas keserakahan dan kekurangajaran kita dalam mengelola alam ini. Sayangnya, kita tidak pernah menyadari sapaanNya sebelum teguran itu sampai kepada kita.

Kenaikan BBM mesti terpaksa kita terima. Tak mungkin menolaknya. Jangan disalahkan bila semuanya mengikuti merangkak dan akhirnya menanjak. Yang tak kuat mengikuti, pastinya megap-megap. Ini hukum alam juga.

Apakah ini juga bagian dari hukum alam? Harga cabe naik, tapi petani cabe terpeleset. Harga beras naik, petani padi panik. Pupuk bersubsidi ganti karung, petani jadi linglung.

Sebelumnya, kita tlah dininabobokan janji kampenye Pileg, Pilgub dan Pilpres. Kita selalu berharap dan terlalu berharap ada sebuah perubahan, tentu perubahan yang lebih indah. Sebenarnya, bukan harapan yang berlebihan. Mengapa?

Karena ya "perubahan" itulah yang disajikan. Disajikan dalam ujud manisnya retorika. Retorika itu indah. Retorika itu menjanjikan! Semuanya merasa lega. Ya, merasa lega dengan retorika, hanya dengan retorika saja!?

Biarlah semuanya berlalu. Anggaplah dinamika masa lalu. Toh juga ada sisi indah di sela-selanya. Terimalah masa lalu, masa 2014. Tak perlu disesali, apalagi dihujat. Disesalipun, dia juga pernah mengisi hari-hari kita selama 365 hari. Dihujatpun, di tetap diam dan berlalu.

Yang terpenting, mari kita bentangkan kedua tangan menyambut kedatangannya, 2015. Selamat datang, wahai perubahan! Selamat datang keindahan! Selamat datang kemerdekaan!(Sigit Priyanto)





1 komentar: